Postingan

Tentang hati yang hampir tenggelam

Gambar
Bolehkah aku mengatakan bila dirimu jahat? Sejahat-jahatnya orang yang pernah ku temui.  Tapi, sebelumnya apakah aku yang salah, karena aku terbawa rasa olehmu tuan?  Bolehkah ku bicara padamu lewat tulisan? Akan aku ceritakan Berawal dari sekolah dasar. Yang mungkin kala itu cinta disebut "cinta monyet". Hahhaa aku yang suka dari awal. Dari masih duduk di sekolah dasar, bahkan hingga sekarang. Rasa yang sedari dulu aku simpan meledak di umurku yang sekarang, 23 tahun.  Tapi ternyata aku yang selalu effort dan menunjukkan lewat tingkah lakuku. Aku terkadang capek. Karena daro cerita ini. Aku yang terbawa rasa hingga aku se effort ini. Hahhaa Mungkin sudahlahh. Aku bingung untuk melepaskan. Karena rasa yang sekarang dipunya sudah terlalu dalam.  Rasa yang terlalu dalam, aku mau ucapkan tetima kasih tuan. Dari setiap rasa aku merasa kamu tarik ulur. Dari rasa tarik ulur itu, aku banyak belajar. Aku engga boleh terlalu memberi harapan lebih padamu tuan. Cukup selalu men...

Yang lalu, dan tak mungkin terulang kembali

Gambar
  Jaman kanak-kanak bagiku adalah masa yang paling menyenangkan, aku selalu teringat dengan teman kecilku. Dulu kami sedekat itu, bermain bersama, dan masih ku ingat sekali, kala kami akan memasuki bangku sekolah menengah pertama. Kami berkumpul di salah satu rumah teman kami, dan pada hari itu bersamaan juga dengan pengumuman kelulusan disertai dengan NEM kami. Haru memang, tak lupa kami selalu bertanya dan memberi kabar, langkah mana dan kemana kami akan meneruskan perjuangan. Aku sendiri memilih melanjutkan pendidikan di Pondok Pesantren, sementara teman yang lainnya ada yang akan menuntut ilmu di sekolah yang sama, dan ada pula dia langsung diterima di sekolah favorit kala itu. Pertemanan ini awet rupanya. Aku selalu rindu di kala bulan ramadhan. Bagiku yang waktu itu aku menjadi santri, aku perpulangan. Dan tak lupa pula temanku ke rumah, mengajakku kumpul bersama. Kumpul bersama seperti melepas rindu satu sama lain, dan kami juga membahas ingin buka bersama. Selalu ada ce...

Pagi Menyapa

Gambar
  Hari lebih indah nampaknya, jika kita selalu memanjatkan rasa syukur pada-Nya. aku tidak akan tau apakah tulisan ini akan membuatmu jatuh cinta, tapi aku suka menulis tentang apa yang di benak dan pikiran lalu ku tuangkan dalam bentuk tulisan. Malam sendu, kabar bahwa uangku hilang 300 ribu. Ya Allah, mesti sabar dan ikhlas insyaALLAH dari kehilangan uang, Allah sedang menyiapkan banyak hal, hikmah yang tak terduga, tak pernah terduga, yang akupun tidak akan menyangka. Banyak hal mungkin yang terjadi dalam kehidupan, tanpa disadari banyak hal yang mengajarkan, harus bersyukur, karena ALLAH memiliki banyak kejutan. Setiap orang memiliki cerita, Sepanjang jalan aku bersyukur memiliki orang tua seperti orang tuaku sekarang. Karena, jika tadi malam ketika aku keluar, aku melihat banyak fenomena yang terjadi dalam dunia malam. Mungkin kala itu, jika orang tuaku tidak mmbuatku untuk betah di pesantren, bisa dibilang aku akan terbawa arus kehidupan. Tapi mungkin orang tua ...

Melangkah Lagi

Gambar
  Kemarin habis dapet musibah huhuhu, kepleset di tempat wudhu, yang bikin orang-orang terkaget kaget whehehe, karena mungkin suaranya ketika aku kepleset dan jatuh itu loh yang mengangetkan orang yang selesai wudhu dan yang lagi sholat. Pas banget kepleset, dua orang dateng ke aku, rasanya pas kepleset itu aku engga tau lagi, aku engga bisa berpegangan sesuatu yang membuatku biar engga jatuh. Dan,, pas aku jatuh dua orang itu langsung mendekatiku dan sangat menunjukkan empati kepadaku. Huhuhu bersyukur sekali, ada yang nolongin buat berdiri. Karena rasanya saat itu engga kuat banget berdiri. Se sakit itu weii ternyata hahaha Sekarang aku juga lagi di tempat, yang dimana tempat ini menjadi salah satu saksi dari gedung aku jatuh kepleset kemaren wheheheh. Rasanya disini tuh, melihat, bersama orang-orang yang juga lagi berjuang memperjuangkan suatu hal yang memang harus diperjuangkan. Kayaknya bakal ke tempat ini terus sampai bosan deh. Dan maybe engga akan bosan. Ternyata ka...

Yang ku cinta selamanya

Gambar
  Kehidupan ini selalu memiliki banyak arti. Fase terberat dalam kehidupan adalah ketika ditinggal orang tua menunaikan ibadah haji. Fase terberat sekali bagi saya. Meski di waktu itu ada mba saya dan kakak ipar saya, tapi itu fase terberat sekali bagi saya Mengenali diri sendiri, mulai mengurusi diri sendiri dan tidak bergantung pada sekitar. Dan kala itu masih teringat sekali fase mumet mumetnya mengerjakan proposal tugas akhir. Nangis berhari-hari. Bahkan sampai mbak dan kakak ipar saya tak tahu lagi. karena bisa dibilang saya waktu itu sedih sekali. Tapi, ada hal dan banyak hikmah yang bisa dipetik hingga saat ini. Batin saya kala itu, wahh se keren itu yaa waktu itu diri ini. Menyelesaikan apa yang harus diselesaikan dan menjadi wanita yang kuat menghadapi hari. Jika dibawa ke masa sekarang yang bapak ibu sudah bersama kami kembali, dan juga bersamaan dalam pengerjaan tugas skripsi, diri ini ingin mengucap seperti ini “Dulu aja kamu bisa melalui kok, masa sekarang en...

Meragu Yang Sama

Gambar
Di umur sekarang ini, tepatnya umur 21 tahun, banyak hal yang sudah terlewati terlebih pada bagaimana langkah ini tetap melaju meski tertatih Belajar dari pendewasaan, umur yang terkadang labil, dipenuhi ambisi dan asmara Asmara yang berkepanjangan ternyata membuat diri ini sering menjadi manusia yang tidak fokus dan tentunya tidak menemukan sebuah ketenangan dari berdoa dan beribadah kepada-Nya. Meanwhile, padahal masih butuh pertolongan-Nya, tapi menduakan-Nya dengan harapan manusia yang sama sama lemah, dan saling bergantung. Lalu jika sudah begitu, lupa pada Dzat yang memberi harapan, kekuatan, pembolak balik hati dan yang memiliki segala-Nya. Aku sering menafsirkannya pada, “atau Dia cemburu denganku saat ini?“ I found my way, setelah sekian lama hal yang tadinya dinormalisasi padahal tidak diperbolehkan dalam syariat terus menjadi, seringnya diri ini kembali. Kembali merutuki, apa yang sudag terjadi kok bisa sampai begini? Dan seringnya diri ini mengklaim bahwa memang d...

Pernah engga sii, ngerasa bingung mau ngerjain apa?

Gambar
  Terkadang mood dan tidak memiliki target tiap harinya   mempengaruhi. Karena tidak memiliki target tiap harinya itu akan berujung pada kemalasan. Hari ini bingung mau ngelakuin apa, dan hari ini jadi males mau ngelakuin suatu hal. Kalo kata orang si, malas kok dijaga haha. Kurangnya sesorang mengetaui hakikat kehidupan menjadi indikasi kemalasan. Kalo aku rasa-rasa jika sholatmu atau ibadahmu amburadulan bagaimana kehidupanmu? Pasti kurang lebih akan sama dengan kualitas ibadahnya. Tertampar sudah, kurang lebih begitu. Tapi, Allah itu Maha baik bangett kepada semua makhluk. Kemaren ketika ketemu orang, kita sedikit ngobrolin tentang sholat. Obrolan itu sambil jalan kaki ketika mau pulang dari masjid. Kaatanya yang selalu ku ingat sampai saat ini “kecanduan sholat itu adalah nikmat luar biasa, beuhh apalagi kecanduan tahajjud! Sekali engga tahajjud kayak hari itu penuh dengan penyesalan” Lagi-lagi   diingatkan. Rasanya kualitas ibadah ini seperti abu sekali. Me...

Menuntut ilmu itu…,

Gambar
Sepanjang hayat, hingga liang lahat. Kalimat yang dulu ketika aku santri sering membuatku tertegun, dan aku dalam hati hanya berkata, ya memang benar! Dan sekarang aku semakin mengiyakan sekali kalimat mutiara itu. Merasakan perjalanan menuntut ilmu di usia menginjak dewasa ini. Coba tebak sekarang aku semester berapa? Hehehe Tanpa disadari sudah semester akhir, bentar lagi dan dikit lagi. harapan demi harapan orang sekitar terlontarkan terkhusus orang tua yang menunggu penyelesaian menuntut ilmu di bangku perkuliahan ini. Semakin bertambahnya semester dan semakin kompleks, tentu banyak distraksi. Tak hanya itu, tapi butuh sport sistem terbaik. Butuh penguat yang mengerti. Di usia sekarang ini diiri ini masih labil. Seringnya menggantungkan harapan, penguat itu pada manusia. Heum engga ada salahnya jika ke orang tua, tapi ini bukan orang tua tapi manusia lainnya. Semakin sadar, bahwa diri ini bukan apa, diri ini rapuh sekali tanpa penguat dari Sang Maha Kuat, tanpa pengua...

Jodoh itu rahasia Illahi

Gambar
Terkadang, sering terbisik siapa yang akan menjadi jodoh kita nanti. Tapi, kata nanti tersebut memiliki konotasi yang mendalam. Nanti bisa diartikan jodoh dulu yang menjemput ataukah kematian. Rahasia illahi memang, yang sudah ditetapkan. Mungkin, untuk menyiapkan keduanya, antara kematian dan jodoh umat manusia akan berbondong bondong belajar dan memperbaiki diri. Jika memang jodoh itu cerminan diri, ataukah kematian yang harus disiapkan sebaik mungkin untuk menjadi bekal hidup yang abadi. Semua di dunia ini memang temoatnya lelah. Jika ingin hidup enak nanti, hidup di akhirat dengan amal baik yang telah disiapkan. Mempersiapkan, dengan kata mempersiapkan itu mau tak mau manusia harus siap dengan lelahnya perjuangan. Adakalanya semangat itu membara adakalanya semangat itu tak ada. Manusiawi memang. Kadang futur kadang iman naik. Tapi, dalam keadaan futur akankah semua terkesan seperti ah yasudahlah aku baru futur. Ternyata, kalimat tersebut menjadi kalimat normalisasi dan ...

Buku pinjaman

Gambar
  Pekan lalu aku sempat terkejut, tatkala seseorang yang tiba-tiba mengikutiku di akun sosial mediaku. Kurang lebih orang tersebut akan menjadi tenaga mengajar di masjid yang berada di desaku untuk anak TPA. So, well kami belum pernah bertemu sekalipun itu. Astaghfirullah, awalnya aku suudzon dengan seseorang. Singkat cerita aku kurang tau orang itu mempunyai tujuan apa? Yang penting let mee see, let me know who are you, eh bener engga sii bahasa inggrisku? Kurang lebih jika diartikan mari kita melihat siapa dirimu gitu engga sii? Nah yang penting tujuan aku make bahasa inggris itu wheheheeh Jika memang kalimat perkenalan itu akan segera dilontarkan, mari berkenalan layaknya teman gitu kan ya? Okee, dan sebenernya apa yang ku ceritakan di atas adalah selingan. Intinya disini aku mauu cerita tentang buku pinjaman Setiap bulannya, aku selalu ingin beli buku. Lebih tepatnya buku itu untuk investasi masa depan. Kalo kata orang jawa sii aku baru “prihatin” untuk beli kebutuhan yan...

Awal Bertemu di Sabtu Malam

Gambar
  Hari dimana aku berpulang ke rumah merupakan hari yang sangat ditunggu. Nampaknya hari yang ditunggu sabtu ahad akan segera bertemu kedua orang tua dan juga orang rumah. Rasanya kemaren ingin balas dendam, karena pekan lalu aku tak jadi pulang ke rumah, hingga akhirnya aku memutuskan untuk di rumah dari sabtu hingga senin. Meski aku tau hari ahad merupakan hari libur nasional, semua orang libur tapi tidak dengan orang tua ku. Nampaknya orang tuaku memang sibuk, mengisi hal hal positif kemasyarakatan. Dari mulai ngisi ngaji, pengajian, bank sampah, dan aku tauu pasti akan ada acara di hari ahad yang tak kuduga Rasanya, jika di rumah ahad bukanlah hari libur. Pertemuan dengan orang tua hanya sebentar. Tapi, entaha mengapa ketika orang tua berangkat haji banyak sekali orang mendoakan. Bahkan pengajian setiap pekan rumah tak pernah sepi. Antusiasme orang membantu, Alhamdulillah, sempat terharu dengan apa yang terjadi. Dalam diri, masyaAllah orang tuaku. Bersyukur sekali. Oh...

Dia yang selalu menyembunyikan kesedihannya

Gambar
    Malam ini, terasa berbeda. Sedikit capek yang dirasa yang berujung seperti menjadi manusia paling capek sedunia. Terima kasih telah mengingatkan diri ini Allahu Rabbi Teringatkan dengan kisahnya Wanita remaja yang berusia 13 tahun. Yang mengalami broken home karena orang tua yang bercerai. Kehidupannya mungkin seperti topeng, terkadang bisa menyembunyikan gelagat kesedihan yang setiap saat menghampirinya Rasanya dari apa yang disampaikan diri ini menjadi iba, terdapat rasa empati mendalam pada ceritanya dan kisah hidupnya. Selesai dari mengobrol dengan orang tua, sepertinya obrolan tadi pertama bersama ibunya, lalu yang kedua obrolan dilanjutkan kepada ayahnya Terdengar suara tangisan, omelan dan amarah yang membuat diri ini bertanya Ada apa dengannya? Ternyata faktor keluarga Dirinya yang menginginkan untuk berpendidikan disini melanjutkan, akan tetapi ayahnya menginginkan dengan paksa untuk ikut dengan ayahnya. Katanya butuh adaptasi dengan tempat yang ba...

Bertumbuh

Gambar
Banyak hal yang terjadi, terkhusus pada pendewasaan ini. Mungkin derai air mata sering kali terjadi, lebih tepatnya menemani perjalanan kehidupan ini. Dihadapkan beberapa realita yang tak sejalan dengan ekspetasi yang ada. Dihadapkan banyak pilihan yang harus dengan benar dalam mempertimbangkannya. Teruntuk diri ini, di depan masih terdapat banyak hal yang akan menghadang. Kepada siapa kamu akan menitipkan harapan jika bukan kepada sang pemilik harapan yang pasti. Perjalanan hidup ini akan melulu dengan prasangkamu wahai diri. Oleh karena itu, maksimalkan hari untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. semoga apa yang menjadi impianmu akan terwujud dengan perjuangan yang akan membuatmu paham, bahwa dirimu sangat berarti. Semoga dalam perjalananmu ini, diri akan selalu tergugah untuk melaksanakan waktu dengan sebaiknya. Lebih tepatnya tidak menjadi orang yang merugi Jangan berbangga dengan cepat apa yang kau rasakan sekarang, karena Sungguh Allah Sang Pembolak balik hati, jika ...

Tempat berharap itu akan selalu ada

Gambar
  Harapan itu masih ada, untuk mereka yang berusaha. Berusaha merengkuh ketenangan, ketentraman, kesenangan karena-Nya. Allahu Rabbi Dewasa ini semakin membutuhkan banyak cinta-Nya. karena jujurly, perjalanan ini memang terasa berat tanpa-Nya. Dewasa ini semakin merasa, bahwa Dia yang selalu menemani langkah manusia, dan tak mungkin se mengecewakan itu. Dewasa ini sering merasa sendiri dan sedih karena Makhluk-Nya. Padahal Allah selalu menemani langkah manusia. Dewasa ini sering membandingkan antara pencapaian diri dengan orang lain, padahal Allah menyiapkan setiap insan dengan proses Indah-Nya Berjalan, melangkah bersama-Nya setenang itu ternyata. Tak peduli hiruk piruk dunia. Yang dipikir hanyalah tentang nikmat Allah yang tak pernah luntur pada Makhluk-Nya. sehingga diri ini sering berkata “Setiap makhluk Allah yang diciptakan di bumi ini memiliki tujuan” Tak usah berpusing ria, tentang manusia. Karena Allah adalah tempat bergantung paling setia

Kata Guru Sejarah, Sejarah itu momentum yang berulang”)

Gambar
  Hai, kembali lagi denganku disini. Orang yang suka menulis kalo ada mood nya aja. Aku kangennn huhuhu jujurly nulis di blog ini. Jadi teringat berbagai rentetan kegiatan yang telah dilalui. Kala itu aku hanya meceritakan apa yang aku alami huhuhu. Jadi keinget juga tentang kisah khalifah terakhir bani abasiyah. Yang dimana dia, jauh lebih mementingkan kehidupan duniawinya dan ya! Kurang lebih dalam referensi yang kubaca beliau tidak terlalu suka dengan ilmu, tidak seperti khalifah sebelumnya. Ilmunya yang dimiliki sebatas apa yang menjadi pengalamannya. Jadi, sembari aku membaca sedikit tertampar. Tapi, naudzubillah semoga aja diri ini terus mengevaluasi dan berbenah. Oh iya, terlebih dengan cerita yang ku ceritakan kepada anak-anak itu tadi, seperti rasanya senang sekali mengulang masa. Walau aku tidak lagi bisa berjalan di masa itu L tapi sedikit follback dan nostalgia ternyata meredakan rasa rindu. Jadi teringat sejarah itu momentum yang berulang! Jika dipikir memang be...

Cukup

Gambar
  Perjalanan kehidupan masih berlanjut bukan? Dimulai dari menyusuri masa pagi yang lekang oleh waktu Bersyukur masih diberi kehidupan dan berkumpul dengan orang tersayang Tapi, ada suatu masa dimana diri ini menyalahkan. Katanya, stop menyalahkan dirimu sendiri. mungkin itu yang membuat diri seperti terkena blok. Bahkan mental menjadi ter blok. Perjalanan dewasa. Menuju dewasa yang tentunya dituntut oleh keadaan, semangat wahai diri yang selalu menyalahkan. Tak apa jika rasanya perjuangan ini terkadang tak seindah yang dikira. Bahkan jutaan mimpi yang sudah tertulis seperti tidak terealisasikan dengan baiknya. Heum mungkin itu salah satu proses perjalanannya. Jangan sesekali takut untuk mencoba hal baru ya! Dan jangan biarkan dirimu menyesal di akhir nanti. Semoga langkah selalu menemani perjalanan. Dan tentunya selalu diingat, kamu bukan apa tanpa-Nya. Allah Sang Maha Segala. Cukup, jangan menyalahkan diri lagi. Dan teruslah berproses dengan perjalanan yang baik pen...

Dia, yang lagi membaca Al Qur'an

Ramadhan kali ini aku merasa sangat berbeda dari ramadhan tahun lalu. Rasanya begitu rindu akan semua moment ramadhan tahun lalu. Mungkin, aku dulu terlalu pede menganggap dia ada rasa padaku. Padahal semua bentuk perhatian yang dia ungkapkan dia juga nampaknya begitu pada yang lain. Tapi entah kenapa dulu aku sesuka itu padanya. Hingga akuu merasa hanya dua abjad yang selalu ada untukku saat itu. Sekarang, aku mulai tersadar bila segala bentuk perhatian itu ternyata biasa saja. Huh, maafkan akuu yang merasa kebaperan akan dirimu hehhee.  Dari setiap kegiatan, aku rasa ada dia. Seperti dia memiliki andil, akan jalannya kegiatan. Huh, kalo diingat ramadhan tahun lalu aku begitu merepotkan. Dengan berbagai laporan, yang ujung ujungnya dia yang mengerjakan. Membantu, bertanya apakah laporan baik baik saja. Aku mungkin tak bisa menyebutkan kegiatan apa yang telah terlalui tanpa sengaja kami berdua. Dan disitu rasa baperku semakin menjulang. Heumm, cukup. Untuk malam ini. Yang aku tiba ...

Bolehkah ku pejamkan mataku dan bangun dalam keadaan semua wish listku sudah tercapai?

Gambar
Diumur 20 tahun, yang katanya ini adalah fase remaja akhir, dan tandanya memasuki fase dewasa. Sudah mulai terfikir esok akan kemana dan mau gimana. Mungkin dimulai dari target goals hidup yang berisikan cita-cita yang ingin dicapai untuk kedepannya. Target itu sudah ku tulis dari jaman ketika aku masih duduk di madrasah Aliyah. Bisa dibayangkan dulu aku sangatlah semangat, ambisiku untuk tujuan kedepan layaknya seorang yang tak pernah peduli sekitar. Akan tetapi, mungkin ini sudah fasenya atau sekaraang memang aku lagi di fasenya? Atau ini yang merasakan hanyalah aku saja L ? Entah, aku kurang mengerti. Dimulai dari kehidupam 20 tahun. Tapi, sebentar sebelumnya aku tidak ingin terlalu menyalahkan umur. Aku tidak juga mau justifikasi diriku serendah itu dan sesalah itu. Entah kenapa, ketika bangun dari tidur meski sudah berdoa aku hanya dirundungi perasaan takut, khawatir, cemas tentang hari yang akan dijalani. Seolah semuaa ketakutan itu langsung memenuhi kepalaku. Dan, aku hanya bi...

Melirik perjalanan ke belakang

  Hallo, Salamat berjuang dengan cara kita masing-masing. Cara yang tak mungkin salah, karena setiap orang memiliki cara dalam memperjuangkan kehidupannya masing-masing. Aku ingin bercerita. Entah kenapa aku beda dengan teman-temanku. Mungkin rasa ketakutan mereka tidak seperti ku. Aku yang selalu takut berada dimana-mana kini aku harus berdamai dengan rasa itu. Masih teringat sekali ketika masih umur belasan, aku mengadu kedua orang tuaku tentang permasalahan yang terjadi pada diriku. Dan, yaa! Permasalahan itu selesai dengan sendirinya. Senangnyaa, tenang, nyaman berada di posisi itu. Tapi, mungkin ketika umur   sudah mulai menginjak usia akan dewasa ini bercerita kepada orang lain bahkan orang tua menjadi hal yang tak ingin ku luapkan. Rasanya di umur sekarang ini, pengennya segala permasalahan dapat diselesaikan dengan sendiri tanpa membebankan beban masalah berupa cerita ini kepada orang lain. Lebih senang memendam dan menangis sambal melangkah hahahahha. Tapi, walaup...

Rindu yang tak pernah usai

  hai, denganku disini. berbagai kisah remaja awal tengah hingga akan menginjak menuju remaja akhir. Banyak kisah mungkin yang akan terceritakan melalui tulisan. Tetapi, tulisan itu takkan kubagikan malam ini.  Banyak moment yang telah kita lewati bersama, hingga saatnya kami bertemu pada perpisahan. Rasanya berat, sedih harus seperti apa untuk menyikapi rasa ini. Tapi biarlah rasa ini berlabuh bersama rasa rindu yang entah jika dipikir akan terobati atau justru tertabung dalam rasa rindu.  Akankah pertemuan kala itu merupakan pertemuan akhir kita? kurang tau juga, tapi aku rinduu sekali padamu;) Skenario Allah begitu indah ya, tanpa bisa kita tebak.  Tapi, kita bisa ikhtiar dengan jalan yang di ridhoi. Semoga waktu mengizinkan kita untuk bersua kembali. Meski hanya dengan kata ucapan yang mengakhiri dengan baik.