Menuntut ilmu itu…,
Sepanjang hayat, hingga liang lahat. Kalimat yang dulu ketika aku santri sering membuatku tertegun, dan aku dalam hati hanya berkata, ya memang benar! Dan sekarang aku semakin mengiyakan sekali kalimat mutiara itu. Merasakan perjalanan menuntut ilmu di usia menginjak dewasa ini. Coba tebak sekarang aku semester berapa? Hehehe Tanpa disadari sudah semester akhir, bentar lagi dan dikit lagi. harapan demi harapan orang sekitar terlontarkan terkhusus orang tua yang menunggu penyelesaian menuntut ilmu di bangku perkuliahan ini. Semakin bertambahnya semester dan semakin kompleks, tentu banyak distraksi. Tak hanya itu, tapi butuh sport sistem terbaik. Butuh penguat yang mengerti. Di usia sekarang ini diiri ini masih labil. Seringnya menggantungkan harapan, penguat itu pada manusia. Heum engga ada salahnya jika ke orang tua, tapi ini bukan orang tua tapi manusia lainnya. Semakin sadar, bahwa diri ini bukan apa, diri ini rapuh sekali tanpa penguat dari Sang Maha Kuat, tanpa pengua...