Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2024

Menuntut ilmu itu…,

Gambar
Sepanjang hayat, hingga liang lahat. Kalimat yang dulu ketika aku santri sering membuatku tertegun, dan aku dalam hati hanya berkata, ya memang benar! Dan sekarang aku semakin mengiyakan sekali kalimat mutiara itu. Merasakan perjalanan menuntut ilmu di usia menginjak dewasa ini. Coba tebak sekarang aku semester berapa? Hehehe Tanpa disadari sudah semester akhir, bentar lagi dan dikit lagi. harapan demi harapan orang sekitar terlontarkan terkhusus orang tua yang menunggu penyelesaian menuntut ilmu di bangku perkuliahan ini. Semakin bertambahnya semester dan semakin kompleks, tentu banyak distraksi. Tak hanya itu, tapi butuh sport sistem terbaik. Butuh penguat yang mengerti. Di usia sekarang ini diiri ini masih labil. Seringnya menggantungkan harapan, penguat itu pada manusia. Heum engga ada salahnya jika ke orang tua, tapi ini bukan orang tua tapi manusia lainnya. Semakin sadar, bahwa diri ini bukan apa, diri ini rapuh sekali tanpa penguat dari Sang Maha Kuat, tanpa pengua...

Jodoh itu rahasia Illahi

Gambar
Terkadang, sering terbisik siapa yang akan menjadi jodoh kita nanti. Tapi, kata nanti tersebut memiliki konotasi yang mendalam. Nanti bisa diartikan jodoh dulu yang menjemput ataukah kematian. Rahasia illahi memang, yang sudah ditetapkan. Mungkin, untuk menyiapkan keduanya, antara kematian dan jodoh umat manusia akan berbondong bondong belajar dan memperbaiki diri. Jika memang jodoh itu cerminan diri, ataukah kematian yang harus disiapkan sebaik mungkin untuk menjadi bekal hidup yang abadi. Semua di dunia ini memang temoatnya lelah. Jika ingin hidup enak nanti, hidup di akhirat dengan amal baik yang telah disiapkan. Mempersiapkan, dengan kata mempersiapkan itu mau tak mau manusia harus siap dengan lelahnya perjuangan. Adakalanya semangat itu membara adakalanya semangat itu tak ada. Manusiawi memang. Kadang futur kadang iman naik. Tapi, dalam keadaan futur akankah semua terkesan seperti ah yasudahlah aku baru futur. Ternyata, kalimat tersebut menjadi kalimat normalisasi dan ...

Buku pinjaman

Gambar
  Pekan lalu aku sempat terkejut, tatkala seseorang yang tiba-tiba mengikutiku di akun sosial mediaku. Kurang lebih orang tersebut akan menjadi tenaga mengajar di masjid yang berada di desaku untuk anak TPA. So, well kami belum pernah bertemu sekalipun itu. Astaghfirullah, awalnya aku suudzon dengan seseorang. Singkat cerita aku kurang tau orang itu mempunyai tujuan apa? Yang penting let mee see, let me know who are you, eh bener engga sii bahasa inggrisku? Kurang lebih jika diartikan mari kita melihat siapa dirimu gitu engga sii? Nah yang penting tujuan aku make bahasa inggris itu wheheheeh Jika memang kalimat perkenalan itu akan segera dilontarkan, mari berkenalan layaknya teman gitu kan ya? Okee, dan sebenernya apa yang ku ceritakan di atas adalah selingan. Intinya disini aku mauu cerita tentang buku pinjaman Setiap bulannya, aku selalu ingin beli buku. Lebih tepatnya buku itu untuk investasi masa depan. Kalo kata orang jawa sii aku baru “prihatin” untuk beli kebutuhan yan...

Awal Bertemu di Sabtu Malam

Gambar
  Hari dimana aku berpulang ke rumah merupakan hari yang sangat ditunggu. Nampaknya hari yang ditunggu sabtu ahad akan segera bertemu kedua orang tua dan juga orang rumah. Rasanya kemaren ingin balas dendam, karena pekan lalu aku tak jadi pulang ke rumah, hingga akhirnya aku memutuskan untuk di rumah dari sabtu hingga senin. Meski aku tau hari ahad merupakan hari libur nasional, semua orang libur tapi tidak dengan orang tua ku. Nampaknya orang tuaku memang sibuk, mengisi hal hal positif kemasyarakatan. Dari mulai ngisi ngaji, pengajian, bank sampah, dan aku tauu pasti akan ada acara di hari ahad yang tak kuduga Rasanya, jika di rumah ahad bukanlah hari libur. Pertemuan dengan orang tua hanya sebentar. Tapi, entaha mengapa ketika orang tua berangkat haji banyak sekali orang mendoakan. Bahkan pengajian setiap pekan rumah tak pernah sepi. Antusiasme orang membantu, Alhamdulillah, sempat terharu dengan apa yang terjadi. Dalam diri, masyaAllah orang tuaku. Bersyukur sekali. Oh...

Dia yang selalu menyembunyikan kesedihannya

Gambar
    Malam ini, terasa berbeda. Sedikit capek yang dirasa yang berujung seperti menjadi manusia paling capek sedunia. Terima kasih telah mengingatkan diri ini Allahu Rabbi Teringatkan dengan kisahnya Wanita remaja yang berusia 13 tahun. Yang mengalami broken home karena orang tua yang bercerai. Kehidupannya mungkin seperti topeng, terkadang bisa menyembunyikan gelagat kesedihan yang setiap saat menghampirinya Rasanya dari apa yang disampaikan diri ini menjadi iba, terdapat rasa empati mendalam pada ceritanya dan kisah hidupnya. Selesai dari mengobrol dengan orang tua, sepertinya obrolan tadi pertama bersama ibunya, lalu yang kedua obrolan dilanjutkan kepada ayahnya Terdengar suara tangisan, omelan dan amarah yang membuat diri ini bertanya Ada apa dengannya? Ternyata faktor keluarga Dirinya yang menginginkan untuk berpendidikan disini melanjutkan, akan tetapi ayahnya menginginkan dengan paksa untuk ikut dengan ayahnya. Katanya butuh adaptasi dengan tempat yang ba...