Postingan

Melirik perjalanan ke belakang

  Hallo, Salamat berjuang dengan cara kita masing-masing. Cara yang tak mungkin salah, karena setiap orang memiliki cara dalam memperjuangkan kehidupannya masing-masing. Aku ingin bercerita. Entah kenapa aku beda dengan teman-temanku. Mungkin rasa ketakutan mereka tidak seperti ku. Aku yang selalu takut berada dimana-mana kini aku harus berdamai dengan rasa itu. Masih teringat sekali ketika masih umur belasan, aku mengadu kedua orang tuaku tentang permasalahan yang terjadi pada diriku. Dan, yaa! Permasalahan itu selesai dengan sendirinya. Senangnyaa, tenang, nyaman berada di posisi itu. Tapi, mungkin ketika umur   sudah mulai menginjak usia akan dewasa ini bercerita kepada orang lain bahkan orang tua menjadi hal yang tak ingin ku luapkan. Rasanya di umur sekarang ini, pengennya segala permasalahan dapat diselesaikan dengan sendiri tanpa membebankan beban masalah berupa cerita ini kepada orang lain. Lebih senang memendam dan menangis sambal melangkah hahahahha. Tapi, walaup...

Rindu yang tak pernah usai

  hai, denganku disini. berbagai kisah remaja awal tengah hingga akan menginjak menuju remaja akhir. Banyak kisah mungkin yang akan terceritakan melalui tulisan. Tetapi, tulisan itu takkan kubagikan malam ini.  Banyak moment yang telah kita lewati bersama, hingga saatnya kami bertemu pada perpisahan. Rasanya berat, sedih harus seperti apa untuk menyikapi rasa ini. Tapi biarlah rasa ini berlabuh bersama rasa rindu yang entah jika dipikir akan terobati atau justru tertabung dalam rasa rindu.  Akankah pertemuan kala itu merupakan pertemuan akhir kita? kurang tau juga, tapi aku rinduu sekali padamu;) Skenario Allah begitu indah ya, tanpa bisa kita tebak.  Tapi, kita bisa ikhtiar dengan jalan yang di ridhoi. Semoga waktu mengizinkan kita untuk bersua kembali. Meski hanya dengan kata ucapan yang mengakhiri dengan baik. 

Engga nyangka banget bakalan ada di rasa ini

Gambar
  Umur menyapa tanda manusia berkurang takaran di dunia, tapi memikul tanggung jawab yang lebih tepatnya, Untukku manusia yang lemah, hamba yang selalu butuh kekuatan dari sang maha menguatkan. Terima kasih untuk diri ini. Telah melangkah sejauh ini, telah bersyukur atas apa yang terjadi. Tersenyum meski lara itu memang ada menghendaki. Katanya aku perlu ke psikolog untuk konsultasi tentang apa yang tejadi. Mungkin semua itu dimulai dari akuu duduk di sekolah dasar. Percaya atau tidak, aku pernah di posisi menjadi orang perfeksionis di tahap sekolah dasar. Sekolah dasar, mungkin menurut kalian itu adalah waktu untuk bersenang senang. Yaa! Beberapa gelintir kesenangan itu memang benar. Tapi, tidak denganku! Aku dirundung rasa perfeksionisku yang dimana jika semua hal yang kuhadapi tidak terselesaikan secara perfeksionis, aku bakal overthingking. Mungkin cukup melalui cerita sekolah dasar yang dimulai dengan rasa penuh dengan kepikiran Ternyata ketika aku memasuki pon...

Haloooo, Berbagai kabar di awal bulan

Gambar
Bagaimana kabarmu di awal bulan ini? Semoga dengan awal bulan ini rasa yang dimiliki juga lebih baru. Memiliki semangat baru untuk mengawali. Semakin dewasa harus bisa menghadapi segala sesuatu dengan sendiri. Rasanya masih sendiri, menyelesaikannya sendiri dengan sedikit tertatih dan lisan yang mengucap “Ya Allah aku tidak mampu untuk melewati semua ini, aku ingin berhenti saja, aku ingin keluar dari zona ini! Aku ingin di rumah bersama orang tua, hidup pada lindungan kedua orang tua J seperti itu batin ini berucap kala tidak mampu untuk menghadapi. Pernaah engga sih ngerasa gitu? Kayak batinnya tuh beneran capek, lelah, rasanya pengen berhenti dann rasanyaa engga mampu melalui, engga mau diajak ngomong, engga mau meperdulikan orang lain maunya dipedulikan L Pernah engga kalian ngerasa gitu? Kalo kalian sekarang ngerasa gitu berarti kita satu server sekarang J Aku punya temen untuk saling menguatkan dengan sedikit cerita apa yang terjadi. Pertama, mungkin aku sekarang bar...

Harapan itu,,,,

Gambar
Hai, akhir bulan juli yang menyisakkan kisah Banyak hal yang terlewati, dalam artian seringnya diri ini merasakan tidak mampu dalam menghadapi hahahha Allah is always menguatkan langkah ini kala diri ini tertatih. Ya Allah maafkan diri ini Aku kembali berharap pada manusia yang tidak pasti Aku menaruh harap padanya kembali Huh, jangan sampai rasa ini lebih depan dibanding rasa Cinta pada-Mu Allah, aku bahkan tak mengerti apakah nanti kita akan disatukan melalui sebuah ikatan apa hanya perasaanku yang bertepuk sebelah tangan. Terkadang diri ini   berpikir apakah kematian atau jodoh yang menjemput duluan. Agar tak berharap lebih padamu aku berpikir seperti itu, agar aku lebih tenang beribadah, aku sellau menjadikan andaikan kehidupan hari ini hidup terakhirku di bumi Allah jaga hati ini selalu dalam harap-Mu Malam ini, dia sedang berjuang dengan hobi barunya, berharap perjuangannya tak sia-sia. Mas, cukup sampai disini saja yaa aku berharap pada dirimu....

Kebahagiaan yang Kian Memudar

Gambar
    Kehidupan yang begitu banyak kenangan manis itu merupakan masa lalu. Masa lalu yang indah yang memberikan banyak makna didalamnya. Teman, masa kecil yang menghadirkan kerinduan didalamnya, dengan mereka semua begitu indah, dengan mereka kesenangan itu dapat diraih dengan cepatnya. Solidaritas, mungkin sapaan untuk kami kala itu. Mengukir waktu bersama, merasakan masa indah suka dan duka bersama tanpa ada batasnya waktu. Sore hari, merupakan rutinitas kami untuk bermain bersua dalam kegembiraan yang ada. Oh iya mengenai sebuah nama kami yang takkan terlupa, kami pernah menuliskannya di dinding yang katanya tidak akan digempur oleh masa dan akan tetap kokoh berdiri dengan nama kami yang bertengger pada tulisan di dinding itu. Nama kami tertulis dengan sapaan bahkan nama lengkap dari masing masing. “Bentar lagi kita SMP yaa” Ucap Rio “Iya, semestinya kita buat suatu hal yang engga bakal terlupa, kira kira apa yaa?” Ucap Prasetya, atau sering disapa dengan panggila...

"Kecemplung"

Gambar
Kecemplung berkedok mencari pengalaman Beberapa bulan lalu satu hal yang kujalani adalah ketika salah satu dari mimpi yang kutulis terwujud dengan sebuah keputusan yang terlampir bertengger namaku. Ucapku Alhamdulillah senangnya, diberi kesempatan untuk mencari pengalaman yang lebih kepada orang-orang hebat. Tapi, seiring berjalannya waktu aku memahami bahwasannya antara aku dan mereka berbeda. Entah aku melihat dari sudut pandang yang mana. Tapi, itulah yang kurasakan sangat dalam. Kesibukan mulai melanda. Dengan berbagai program yang akan dikerjakan hingga hari pertanggung jawaban antara manusia. Huh, sudahlah mulai dari aku merasa engga enjoy dan berbeda rasanya tidak ingin kembali nyemplung disini. Sudahlah, untuk pengalaman yang terus menginspirasi manusia sepertiku saat ini ucapku dalam hati sambil memeluk diri. Permulaan dari situlah entahlah aku mulai menutup diri, mulai emhh apa ya? Mulai, minder over thingking sama apa yang terjadi. Terkadang, bisa menutupi hal itu, t...