Lara yang tak terasa
Senyuman orang yang selalu
bahagia menyiratkan banyak makna. Awal memasuki Pondok Pesantren ada rasa
tangisan mata, entah diantara kakakku, ibu, dan bapak. Eits! Tapi bapak
berbeda, beliau terlihat lebih teduh menenangkan aku, ibu dan juga kakaku.
Rasanya kala itu seperti lama sekali di Pondok Pesantren. Mulai menghitung hari
dan tahun kira-kira kurang berapa hari lulus dari penjara suci ini. Padahal baru
saja masuk, tapi yang dirasa ingin pulang dan cepat terlalui.
Tak lama kemudian setelah acara
menyambut kami santri baru, terdengar toa yang mengumumkan bahwa santri disuruh
untuk memasuki asrama dan orang tua tidak boleh mengikuti masuk ke asrama.
Pecah tangisku disaat ustdzah berkata seperti itu. Rasanya belum siap untuk
melangkah sendirian, tanpa orang tua, orang terdekat. Hari awal di Pondok
Pesantren rasanya sulit, beradaptasi dengan lingkungan yang baru tanpa orangtua
dan orang terdekat.
Selang beberapa waktu hanya bisa
menahan air mata, tapi terkadang air mata tidak kuasa untuk dikeluarkan. Menangis
dan menginginkan pulang! Banyak drama yang terjadi dalam kehidupan! Tapi, tidak
apa terus melangkah meski dengan langkah lirih dan susah.
Tidak terasa drma yang kurasa
membuatku semakin sadar, bahwa aku sebagai anak tidak boleh menjadi anak yang
seperti ini. Di kelas 2 MTs aku hanya tertidur pulas ketika guru menjelaskan. Tapi
berbeda dengan kelas 3 MTs yang sudah mengerti tentang kehidupan.
Kelas 1 MA masih pada tempat yang
sama! Bahkan kata orang tempat ini jika hanya dilangsungkan selama 3 tahun tidak
akan mendaptakan apa-apa! Tetapi berbeda tentunya! Kala itu rasanya senang sekali,
meski tidak bisa bersua lebih lama, tetapi ada waktu untuk menatap media maya. Kelas
1 MA diuji dengan banyak ujian! Tentunya yang pertama adalah tujuan hidup. Tujuan
hidup yang terus ada di dalam dunia ini akan terus menghampiri.
Oh iya pada waktu kelas 5 atsau
kelas 11 SMA kami diangkat menjadi pengurus di Pondok Pesantren! Rasanya senang
sekali, tapi ada rasa sedih yang menghapiri!
Boleh kubercerita apa aja itu?
Senang karena mau menjadi
pengurus, dan tidak senagnya karena menjadi bagian pramuka yang sama sekali
tidak aku suka! Ketika menjadi pengurus rasanya kaget, tiba-tiba menjadi bagian
ketua bagian rasanya tidak sanggup tapi bismillah. Di tengah ustadzah membaca Surat
pernyataan angkatanku nangis tersedu! Hanya ada kalimat yang terlontar Allahu
Akbar
Lalu bagaimana dengan bagianku? Yaaa
aku diamanahi menjadi ketua bagian kebersihan. Anggotaku terbilang enak si
membuat nyaman. Setiap pagi aku membangunkan mereka untuk sahur dan ndaur! Tapi
mereka teak mendengar ajakan. Sudahlah mungkin aku akan menjaga sendiri lautan.
Bukankah seperti itu? Ada rasa yang tak terasa, ketika mbak sepupuku mau
menikah, ternyata kata tersebut amsih aqda gabungannya? Rasanya engga mauu
disini lagi! rasanya mereka engga ada yang memahamiku saat ini. Tapi tida apa! Yang
penting berjuang! Jangan sampai gugur di medan perang! Masri meperbaiki diri
untuk manjdi orang yang lebih baik dari hari ini.
Terkadang air mata itu terhalang
oleh senyuman, kata orang senyuman yang senang banyak mengisyaratkan banyak
hal! Batinku iya mestinya! Lara, sakit
sekali jika dirasa, tapi kita hanyalah manusia biasa dalam kehidupan, kurang
lebih begitu apa yang dibicarakan bapak dosen untuk menyediakan hadiah untuk
anak anak. Mulai mencari keberadan foto, tetapi tidak bertemu tempat yang cocok
untuk saat ini.

Komentar